Pages

Rabu, 20 April 2016

Unrequited Love

Pedih…mungkin itu yang bisa gue gambarkan setelah melihat bagaimana banyak orang menggambarkan tentang cinta yang tak terbalas, unrequited love.

Tentang bagaimana orang hanya lewat begitu saja menyaksikan orang yang mereka cinta memiliki orang lain yang bertempat di hatinya. Tapi bukannya berhenti, orang – orang yang memilih untuk terus memperjuangkan cintanya dengan dalih dan maklumat bahwa “cinta memang harus diperjuangkan”, atau “it’s fine. It is the best. Love is indeed an adony, yet it is an irony”, atau “bukan seperti ini seharusnya, gue harus mencari jawaban yang sebenarnya”. Kebanyakan orang yang demikian biasanya akan terjebak di situasi terbutakan, terabaikan kemudian terlupakan.

Satu teori yang gue amini adalah Charlie Brown dalam komik nya yang berjudul “peanuts”. Charlie Brown berkata bahwa jika jatuh cinta membuat kotoran serasa seperti selai kacang. Diceritakan bahwa Selai kacang memiliki rasa yang kuat dan bisa mengalahkan rasa yang lain bahkan setelah kita memakan banyak makanan lainnya, tapi rasa dari selai kacang akan tetap terasa di mulut kita. Satu – satunya yang bisa menghilangkan rasa selai kacang di mulut adalah rasa dari cinta yang tak terbalas.

“There’s nothing like unrequited love to drain all the flavour out of a peanut butter in my mouth”. So does it say.

Unrequited love juga akhir – akhir ini banyak gue temui di anime yang gue tonton. Mulai dari cerita soal berjanji, menunggu, namun kemudian salah satu pihak berhenti menunggu dan salah satu pihak dilupakan di “byousoku 5 centimeter” hingga ke dilema dalam menentukan siapa sebenarnya orang yang pantas untuk dicintainya di “true tears”. Entah mengapa kisah tentang unrequited love menjadi bahan bacaan/tontonan kesukaan gue akhir – akhir ini.

Namun satu hal yang pasti yang dapat gue simpulkan soal unrequited love adalah hanya rasa sakit, sesak, dan “mengambang” lah yang akan kita temui saat kita merasakan cinta tak terbalas. Kemudian disitu kita punya pilihan untuk menerima rasa sakit itu atau menghindarinya. Saat kita merasakan cinta tak terbalas, kita bukannya tidak bisa melupakannya, tapi lebih tepatnya kita memilih untuk tidak melupakannya. Kita membiarkan rasa selai kacang itu tetap menempel di lidah kita karena kita menikmatinya. Because it is good. It ‘was’ good setidaknya sampai kita berpikir seperti itu.

Kamis, 07 April 2016

Pintu Rejeki

Ibnul Qayyim berkata,

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.”

(Al Fawaid, hal. 94, terbitan Maktabah Ar Rusyd, tahqiq: Salim bin ‘Ied Al Hilali)

Masihkah kita khawatir dengan rezeki?

Minggu, 03 April 2016

Berani Gagal Untuk Sukses

Sering kita temui orang-orang yang mengagumi perjalanan hidup orang yang serba lancar. Lancar lulus sekolah, lancar mendapat pekerjaan, bisa jadi karyawan dengan sallary yang sesuai harapan dan bisa beli apa saja yang diinginkan dengan mudah.

Sedangkan perjalanan hidup orang gagal, cenderung diremehkan dan di anggap hina. Kenapa? Ya karena gagal itu tadi, semuanya serba gagal juga serba sulit. Jika Anda termasuk kategori orang gagal, berhentilah menyalahkan diri sendiri, apalagi menyalahkan orang lain. Anda bukan satu-satunya manusia gagal, banyak tokoh-tokoh terkenal yang pernah mengalami kegagalan, namun mereka membekali dirinya dengan menambah wawasan dan mengasah kemampuan di bidang yang di tekuninya disertai semangat berusaha bangkit dari keterpurukan, akhirnya mencapai kesuksesan. Mari kita simak siapa saja tokoh-tokoh terkenal tersebut.


Thomas Alva Edison, penemu lampu pijar.

Ia adalah salah satu penemu terbesar di dunia. Ia hanya bersekolah tiga bulan saja, ia memiliki kekurangan fisik, yaitu agak tuli. Namun kenyataan itu semua bukan penghalang baginya untuk terus maju. Ia adalah pemegang 1.093 hak paten atas namanya.

Di masa kecil, gurunya sering memarahinya dan menghinanya. Guru tersebut pernah berkata, “Seorang murid yang terlalu bodoh untuk mempelajari apa saja.” Thomas juga sering disebut idiot oleh gurunya itu. Akhirnya, ia pun di keluarkan dari sekolah. Ia kemudian pulang ke rumah dengan membawa secarik kertas dari gurunya. Di rumah, ibunya membaca kertas tersebut: “Thomas, anak Ibu, sangat bodoh. Kami minta Ibu segera mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca isi surat tersebut. Namun ibunya segera bertekad teguh, ”anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.” Bantah ibu Thomas pada guru sekolah tersebut.

Nancy Edison, ibu Thomas Alva Edison tidak menyerah begitu saja begitu mendengar pendapat pihak sekolah mengenai anaknya.Kemudian Nancy Elliot memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai guru dan berkonsentrasi mengajari sendiri anaknya baca tulis dan berhitung dengan metode ‘homeschooling’ karena tak ada satu pun sekolahan lain yang mau menerima Thomas.

Jejak karier penemuan Thomas Alva Edison diawali setelah membaca buku ‘School of Natural Philosophy’  karya RG Parker, isi buku tersebut membahas mengenai petunjuk praktis untuk melakukan eksperimen di rumah dan Dictionary Of Science. Ibunya lalu membuatkan sebuah Laboratorium kecil untuknya.

Edison juga menemui kegagalan lebih dari 1.000 eksperimen dalam mencipta lampu neon sebelum menemukan formula yang benar bagaimana cara menyalakan eksperimen lampu neonnya. Ia berusaha lebih dari 9.000 percobaan sebelum menemukan bola lampu pijar. Bahkan disaat menemukan lampu pijar, ia mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Pada usaha percobaan yang ke 9.999 dia berhasil secara gemilang menciptakan lampu pijar yang benar-benar menyala terang. Menyadari betapa pentingnya sumber cahaya ini bagi manusia. Thomas menghabiskan biaya sebesar 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk eksperimen lampu pijar.

Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison berkata, “Saya sukses karena saya telah kehabisan apa yang disebut kegagalan”. Bahkan saat dia ditanya apa dia tidak bosan dengan kegagalannya, lantas ia menjawab, “Dengan kegagalan tersebut, saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala”.

Thomas Alva Edison tercatat memegang rekor 1.093 temuan paten atas namanya. Lalu bagaimana nasib si guru yang dulu mengatainya bodoh lewat suratnya? Sang guru bukannya mendapat penghargaan, namanya pun tidak pernah terdengar.


Bill Gates, penemu Microsoft.

Bill Gates atau William Henry Gates III, adalah pendiri perusahaan perangkat lunak, Microsoft, bersama Paul Allen, temannya. Bill Gates juga ketua umum dari perusahaan perangkat lunak AS yang sangat terkenal itu. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates. Menempati posisi pertama dalam daftar orang paling kaya di dunia versi majalah Forbes selama kurun waktu 13 tahun, dari 1995 sampai 2007. Siapa sangka dia dulunya mahasiswa Drop Out dari Universitas Harvard dan  pernah bekerja sebagai Office Boy.


JK. Rowlings, penulis novel Harry Potter.

Joanne Kathleen Rowling, ia menjadi icon kesusasteraan internasional tahun 1999 ketika tiga seri pertama novel remaja Harry Potter mengambil alih tiga nominasi teratas dalam daftar “New York Times best-seller” setelah memperoleh peringkat yang sama di Britania Raya. Saat seri ke-4 Harry Potter dan Piala Api diterbitkan pada bulan Juli tahun 2000, seri ini menjadi buku paling laris penjualannya. Ide penulisan buku Harry Potter ia peroleh sewaktu dalam perjalanan menaiki kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990. 

Nama J.K Rowling terdongkrak naik menjadi penulis novel paling terkenal dan menjadi wanita terkaya di Inggris dengan novel terlaris sepanjang sejarah karirnya sebagai penulis. Dibalik keberhasilannya, kisah perjuangan hidupnya teramat berat dan penuh liku, karena pernah mengalami berbagai kesulitan sebelum mencapai hasil gemilang.

Sejak perceraian dengan suaminya, ia menjadi orang tua tunggal yang harus menghidupi anak-anaknya dalam kondisi hidup yang serba kekurangan. Dalam keadaan penuh kesulitan, ia merasa kemampuan menulisnya mungkin bisa menjadi solusi untuk memajukan perekonomiannya. Rowling mulai menulis sebuah buku, tetapi ia tak mempunyai fasilitas yang memadai. Tidak punya komputer, yang ada hanya sebuah mesin ketik tua. Bahkan untuk membayar biaya foto kopi saja ia tidak mampu. Rowling terpaksa mengetik ulang naskahnya hingga beberapa kali sebelum diserahkan ke beberapa penerbit. Sebanyak 12 penerbit pernah menolak naskah yang ia tulis. Pada akhirnya penerbit ke 13 lah yang menerima naskahnya dan mulai memasarkan.

Nasib dan takdir baik kini berpihak padanya, Rowling berhasil menjual buku “Harry Potter dan Batu Bertuah” untuk jumlah sebanyak $4000. Menjelang musim panas pada tahun 2000, tiga buku pertama Harry Potter : Harry Potter dan Batu Bertuah, Harry Potter dan Kamar Rahasia, dan Harry Potter dan Tawanan Azkaban telah memperoleh keuntungan lebih kurang 480 juta dolar Amerika Serikat dalam masa tiga tahun dengan cetakan 35 juta naskah dalam 35 bahasa. Pada Juli 2000, Harry Potter dan Piala Api telah dicetak untuk pertama kalinya sebanyak 5,3 juta naskah dengan pesanan tambahan sebanyak 1,8 juta naskah. Buku kelimanya, Harry Potter dan Orde Phoenix telah mulai dipasarkan pada 21 Juni 2003, serentak di seluruh dunia setelah lebih kurang 3 tahun buku keempat diterbitkan. Buku keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran juga telah diluncurkan secara resmi pada 16 Juli 2005.

Harry Potter and the Sorcerer’s Stone telah dibuat film yang mulai tayang pada 16 November 2001. Pada awal minggu pembukaannya di Amerika Serikat, telah memecahkan rekor dengan keuntungan sekitar 93,5 juta dolar Amerika Serikat (20 juta dolar lebih banyak dari pemegang rekor terdahulu yaitu film The Lost World : Jurassic Park (1999). Sekuel film seri. 


Albert Einstein, penemu teori atom.

Dialah ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya.Dianggap sebagai ilmuwan terpenting abad 20, penerima 2 hadiah Nobel untuk Fisika. Di masa kecilnya, ia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Ia juga suka lalai dengan pelajaran. Bahkan orangtuanya mengira Einstein cacat mental. Melihat kondisi itu orang tuanya sangat prihatin sehingga ia berkonsultasi dengan dokter. Karena kemampuan berbicaranya yang lambat membuatnya pernah gagal di sekolah dan kepala sekolah menyarankan agar ia keluar dari sekolah. Tentu saja ia memberontak kepada sekolah yang mengusirnya dan menganggapnya sebagai anak yang sangat bodoh.

Bahkan nilainya di sekolah dasar sangat buruk sampai gurunya menyuruhnya berhenti sekolah dan berkata kepada Einstein, “Kamu tak akan bisa belajar apa saja.”

Pada masa kecil, Einstein adalah anak yang baik dan ia punya karakter suka menolong, karakter ini membuatnya makin cerdas. Kemampuan berbahasanya memang lebih rendah dibandingkan kemampuan numerika atau matematika. Ia tidak pernah gagal dalam mata pelajaran matematika. Sebelum ia berumur lima belas tahun ia telah menguasai kalkulus diferensial dan integral yang dipelajarinya secara mandiri/otodidak. Ia juga memiliki kegemaran untuk memecahkan masalah rumit dalam aritmatika terapan. Orang tuanya ikut mendukung minat Einstein dalam matematika.

Dari kisah-kisah kegagalan para tokoh di atas, masihkah Anda menilai orang-orang yang gagal itu hina dan bodoh? Aa Gym atau Kyai H. Abdullah Gymnastiar pernah berkata, “Setiap hamba-NYA, punya potensi untuk sukses.” 
Kegagalan bukan untuk di ratapi, jadikan kegagalan sebagai pemacu semangat bangkit dari keterpurukan. Perbaikilah diri Anda, mungkin Anda gagal karena perencanaan meraih cita-cita tidak terarah. Tentukan perencanaan matang, tanya diri Anda, arah tujuan sukses mana yang ingin Anda capai. Pelajari segala pengetahuan tentang arah tujuan hidup Anda. Perkayalah kemampuan diri hingga tidak ada lagi yang meremehkan Anda.

***

Rabu, 23 Maret 2016

Pengertian Fotografi Jurnalistik

Fotografi jurnalistik merupakan bagian dari jurnalistik, yakni aktivitas jurnalistik yang dilakukan melalui ilmu fotografi. Foto jurnalistik adalah foto yang mengandung nilai berita, fungsinya untuk melengkapi teks berita dalam media cetak atau media online.

Terkadang, foto jurnalistik hadir sebagai berita tersendiri sehingga disebut foto berita dengan disertai keterangan foto atau caption. Foto jurnalistik dibuat oleh seorang pewarta foto atau biasa disebut photojournalist.

Foto berita biasanya ditampilkan pada halaman utama sebuah surat kabar dengan tujuan menarik minat pembaca. Seperti halnya karakteristik berita, foto jurnalistik pun memiliki karakteristik yang hampir sama, aktual, faktual, penting, dan harus menarik. Selain itu, foto jurnalistik ditujukan untuk melengkapi teks berita tentunya harus sesuai dengan isi beritanya.

Jenis-jenis Fotografi Jurnalistik adalah:

Spot Photo: Foto berita yang dibuat dari peristiwa yang tidak terduga.

Sport Photo: Foto berita dari peristiwa olahraga.

People in the News Photo: Foto mengenai seseorang, tokoh, atau masyarakat dalam suatu berita.

General News Photo: Foto berita yang dibuat dari peristiwa terjadwal atau biasa.

Potrait: Foto yang menampilkan wajah seseorang secara close up.

Science and Technology Photo: Foto berita yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Social and Environtment: Foto berita tentang kehidupan sosial masyarakat serta lingkungan hidupnya.

Daily Life Photo: Foto berita dari kehidupan sehari-hari yang dipandang dari sudut human interest.

Art and Culture Photo: Foto berita yang berkaitan dengan peristiwa seni dan budaya.

Dalam membuat Foto Jurnalistik banyak sekali aspek-aspek yang harus kita pelajari mulai dari:

Momen : Momen atau kejadian sesaat yang tidak dapat direkayasa, dalam foto jurnalistik hanya akan terjadi sekali dan tidak dapat diulang, berbeda dengan fotografer model yang dapat menciptakan momennya sendiri.

Angle : Angle atau sudut pengambilan foto sangat penting, karena setiap angle dalam sebuah foto akan menciptakan persepsi dan keindahan tersendiri bagi orang yang melihatnya.

Komposisi : Komposisi foto yang baik akan memudahkan orang yang melihat untuk memahami maksud atau pesan foto yang ingin disampaikan oleh sang fotografer.

Pencahayaan : Pencahayaan sangat penting dalam fotografi, karena fotografi secara harfiah adalah seni melukis dengan cahaya. Seandainya momen, angle dan komposisi sudah bagus, apa jadinya jika pencahayaannya under exposed atau over exposed. Tentunya foto akan terlihat gelap atau terlalu terang, menyebabkan pesan dalam foto tidak tersampaikan dengan baik.

Mematuhi kode etik jurnalistik : Mengabadikan atau mempublikasikan foto yang berkaitan dengan kehidupan pribadi seseorang tanpa seizin orang yang bersangkutan tentunya dilarang. Jika terjadi, hal ini dapat dituntut secara hukum.

Fotografi Jurnalistik tidak boleh terlepas dari Caption (Teks Foto). Dalam menulis caption, buatlah caption yang sesuai kaidah 5W+1H, penulisan caption sebaiknya menggunakan metode dibawah ini agar lebih menarik :

KISS (Keep It Shoot and Simple) : Keterangan foto sebaiknya tetap ditulis singkat dan sederhana. Penulisan caption agak mirip dengan menulis pengantar berita. Langsung dan menarik minat pembaca dengan kalimat yang tidak bertele-tele sangat bagus untuk sebuah caption foto berita. Kalimat yang singkat, padat dan jelas lebih mudah dicerna bagi pembaca memahami maksud yang ada dalam foto jurnalistik.

Kalimat Aktif Lebih ”Greget” : Kalimat aktif menyajikan sebuah penuturan kalimat yang hidup (vivid description) berkaitan dengan kandungan peristiwa aktual yang ingin disampaikan. Kalimat aktif bisa menghindari pemborosan kata dan kesan penyampaian yang bertele-tele.

Menyertakan Fakta Geografis : Sangat dianjurkan untuk memasukkan fakta geografis penting dalam sebuah caption foto. Lokasi pengambilan foto masuk ke wilayah mana dan bagaimana wilayah itu di ikut sertakan keterlibatannya dengan citra visual yang tampak.

Memuat Unsur Terpenting Layak Berita : Dalam sebuah peristiwa aktual, fakta-fakta bisa banyak diperoleh. Namun, hanya fakta yang memiliki aspek paling penting layak untuk diberitakan. Demikian juga ketika kita ingin menyampaikan fakta penting melalui caption foto. Sudut angle pemberitaan sangat membantu kita ketika menulis caption. Oleh sebab itu, pemilihan unsur layak berita (5W+1H) untuk dimuat dalam caption harus mempertimbangkan kecocokan dengan sudut bidik pemberitaan dan apa saja aspek terpenting yang sedang dikomunikasikan secara visual dalam sebuah foto jurnalistik.

Gaya Penulisan yang Tepat : Gaya penulisan yang sesuai untuk caption foto mesti dipertimbangkan dengan cermat. Pilihlah pengungkapan fakta dengan memakai bahasa Indonesia yang sesuai EYD dan mengikuti kaidah 5W+1H.

Selasa, 22 Maret 2016

Civitas Dilematis

Seorang bijak pernah berkata "Homo Homini Lupus" yang artinya adalah orang homo pasti nonton film Lupus, eh salah! "Manusia adalah serigala bagi manusia yang lain". Dalam buku Asinaria miliknya Engkong Plautus menjelaskan bahwa istilah tersebut digunakan untuk menafsirkan kekejaman yang dapat dilakukan manusia bagi sesamanya. Bahwa kita harus berhati - hati dengan manusia lainnya.

Namun seiring perkembangan zaman terjadi pergeseran tafsiran "Homo Homini Lupus" menjadi lebih harfiah. Manusia benar -benar telah menjadi serigala bagi manusia lainnya. Menggonggong. Tafsiran ekstrem tersebut tentu tidak akan terjadi di kala kita mau untuk lebih peduli ketika orang mengajak bicara, atau membuka telinga dan hati lebih lebar saat seseorang memberi nasihat pada kita atau mungkin yang paling dibutuhkan berhenti bicara saat seseorang bicara. Karena dengan begitu setidaknya kita sudah berhenti membuang salah satu sifat serigala dalam diri kita yaitu "liar". 

Dahulu kala ketika teori "Homo Homini Lupus" diperkenalkan, Thomas Hobbes, sosiolog yang berhati jernih dan tidak skeptis melakukan perlawanan dengan mengenalkan istilah "Homo Homini Socius" yang artinya manusia adalah teman bagi sesamanya. Ahh senang, damai, bahagia rasanya sampai - sampai kini Atlas bisa mengangkat bumi dengan tersenyum ketika mendengar bahwa ternyata pendahulu kita tidak semuanya berpikiran skeptis.

Kita adalah teman, kita ditakdirkan untuk saling melengkapi dan saling membantu. Itu dulu. Masyarakat yang kini cenderung larut dalam Self Cautiousness yang dilematis. Mau tulus entar dikira modus, Mau jujur entar dianggap gak mujur, mau sharing entar dikira baper, mau aktualisasi diri malah dianggap caper, mau makan ehh ingat kamu. Gimana gak risih coba ? What i want to say is Skeptis boleh tapi simpan buat diri sendiri aja.

Setelah "Homo Homini Lupus" dan "Homo Homini Socius", di era modern Squidward (teman Sponge Bob) juga ikut memperkenalkan sebuah teori yaitu "Homina Homina Homina". Dijelaskan dalam season 3 episode 8 serial Kartun Spongebob Squarepants ungkapan Squidward tersebut merupakan ungkapan syukur dan juga ikut mengatakan ini merupakan bentuk Toleransi dan Apresiasi. 

Herannya kita yang merupakan makhluk 3D yang nyata justru semakin kehilangan dua hal penting yang diajarkan oleh makhluk fiksi 2D tersebut. Tidak usah kiranya kita membahas tentang toleransi beragama yang dijadikan sesuatu yang simbolis dan herois namun disaat yang bersamaan diinjak injak atas dasar fanatisme dan trauma, kita mulai dari kenyataan disekitar kita, ketika seseorang mulai membahas masalah -yang ditanggapi dengan masa bodoh oleh orang kebanyakan- seharusnya kita memberikan respon, masukan, kritik dan saran bukannya malah berkata " Coy, lu pergi yah! Gak ada kerjaan lain apa?"

Let's make it official, asli gue jengah dengan banyaknya sifat negatif yang akhir-akhir ini kita lakukan. Semakin kemari masyarakat semakin menginginkan perubahan, tapi alih - alih aktif kita malah justru makin pasif. Semakin kesini kita semakin terkekang dan terbatasi oleh komentar kaum mayoritas yang skeptis yang berlagak sok tau, kita semakin menyimpan kedongkolan dalam diri bagai bom waktu tanpa bisa diberi kebebasan untuk melakukan kritik dan menyampaikan apresiasi. Kita juga semakin mengaburkan makna toleransi menjadi sesuatu yang lebih mirip jeruji penghalang tindakan manusiawi.

Kita cuma bisa berharap namun jika kita cuma diam dan tak sadar diri. Seperti kata seorang perempuan kepada pacar laki - laki nya yang sedang LDR : " Peka lah ! "

Pena Visual

Salam kenal, selamat datang bagi Anda (pembaca) yang tengah berkunjung di blog sederhana ini. Terima kasih atas waktu luangnya untuk sekadar mampir dan membaca meski hanya sekelumit.

Disini saya akan menulis banyak hal mengenai kisah, harapan, pengalaman dan gagasan berdasarkan pemikiran pribadi. 

Disebut menulis sebenarnya kurang tepat menurut saya. Karena jelas-jelas saya sedang mengetik merangkai kata demi kata, sampai menjadi bacaan yang sekarang Anda baca ini. Pena visual merupakan rangkuman aksara dari hasil ketikan, di upload, lalu disajikan ke layar monitor PC, laptop atau smartphone Anda melalui jaringan internet. 

Inilah 'Pena Visual', dengan bertutur seadanya, memuat cerita, pemikiran dan seluruh pengalaman yang layak untuk di publikasikan. Akhirnya, cukup disini untaian kata sambutan saya. Sepenuhnya saya menyadari bahwa isi 'Pena Visual' belum sempurna. Saran dan kritikan sangat saya harapkan dari pembaca. Terima kasih. 

Tanjung Priuk, 22 Maret 2016. Pukul 01:16 WIB.

Ridwan Husaini